Lockheed Martin Kembangkan Pesawat X-59 Sebagai Pengganti Concorde

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

air-travel.id – Lockheed Martin, perusahaan raksasa di bidang manufaktur pesawat dan industri pertahanan asal Amerika Serikat, telah memulai produksi pesawat jet supersonik eksperimental senilai 250 juta US Dolar yang dipesan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Pesawat jet supersonik yang dimaksud adalah X-59.

Seperti yang dirilis media CNBC pada hari Sabtu (17/11), X-59 merupakan Quiet Supersonic Technology yang dijadikan solusi atas permintaan NASA. Sebelumnya, NASA meminta Lockheed Martin memproduksi sebuah pesawat berkecepatan supersonik tanpa mengeluarkan ledakan sonik atau “sonic boom” yang bisa memekakkan telinga.

Permintaan dari NASA itu tentunya disesuaikan dengan peraturan saat ini yang melarang pesawat supersonik komersial beroperasi di darat.

Karena itulah Lockheed Martin akhirnya merancang sebuah pesawat eksperimental terbaru, X-59, yang suara “sonic boom-nya” tidak lebih keras dibanding suara pintu mobil saat ditutup.

Menurut tim manajemen Lockheed Martin, X-59 dirancang untuk mampu terbang pada ketinggian 55.000 kaki dan mencapai kecepatan 940 mil per jam. Nantinya, pesawat supersonik terbaru ini bakal diproyeksikan untuk menggantikan peran pesawat Concord yang kini telah menjadi legenda.

Menurut Ed Haering, insinyur aerospace dari NASA, rahasia membuat pesawat supersonik tanpa suara ada pada bentuknya yang ramping dan unik. Tim yang terlibat dalam proyek ini, kata Haering, telah merancang X-59 sedemikian rupa sehingga suara gelombang kejut supersonik-nya tidak berkembang menjadi ledakan yang kuat.

“Kami merancang bentuknya dengan sangat hati-hati agar getaran itu tidak menyatu dan menimbulkan suara,” tutur Haering seperti yang dikutip dailymail.co.uk beberapa waktu lalu.

Dan sebagai pengganti dari suara ledakan keras, kata Haering, nantinya X-59 hanya akan mengeluarkan bunyi “thump-thump” yang lembut beberapa kali. “Tapi mungkin suara ini tidak akan didengar manusia,” ungkapnya.

Sementara menurut Peter Iosifidis selaku Program Manager Low-Boom Flight Demonstrator di Lockheed Martin Skunk Works, pembuatan proyek X-59 ini adalah sebuah lompatan besar ke depan. “Dan akan menjadi masa depan penerbangan pesawat jet supersonik komersial yang bersuara senyap,” tuturnya.

Penerbangan perdana X-59 dijadwalkan bakal berlangsung pada tahun 2021. Laporan dari penerbangan perdana tersebut nantinya akan digunakan untuk mengumpulkan data tanggapan masyarakat tentang suara “sonic boom” dari X-59. Laporan tersebut nantinya juga akan digunakan NASA dalam menetapkan “standar suara supersonik” komersial yang dapat diterima dan tidak melanggar paraturan. (bdn)

======
photo from Lockheed Martin

Share.

Leave A Reply