Bersantai Sambil Terapi di Pulau Satonda, Tempat Pengasingan Putri Dae Minga

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

air-travel.id — Danau Satonda terletak di Pulau Satonda yang berada di kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Pulau Satonda merupakan gugusan dari Kepulauan Nusa Tenggara Barat. Konon, pulau ini terbentuk lewat letusan gunung berapi di dasar laut, jutaan tahun yang lalu.

Menurut legenda, konon pulau Satonda adalah tempat pengasingan Putri Dae Minga yang merupakan puteri cantik dari Kerajaan Sanggar. Karena sangat banyak raja yang berlomba-lomba mempersunting Putri Dae Minga, peperangan pun bermunculan.

Keluarga kerajaan akhirnya mengasingkan Putri Dae Minga ke Pulau Satonda. Warga pun dilarang tinggal di pulau ini. Dan Putri Dae Minga dikabarkan meninggal di pulau ini.

 

Mencapai Pulau Satonda

Saya dan teman-teman menginjakkan kaki ke Pulau Satonda pertama kalinya pada Maret 2015 lalu. Untuk mencapai Pulau Satonda, traveller bisa melakukan penerbangan dari bandara di kota asal menuju Bandara Internasional Lombok. Setelah itu, traveller perlu menempuh perjalanan darat ke arah laut dan menyeberangi selat antara Pulau Lombok dan Sumbawa menuju Kabupaten Dompu.

Dari Dompu, perjalanan menuju Pulau Satonda bisa di tempuh selama kurang lebih tiga hingga lima jam, jalannya pun sudah bagus dengan aspal hotmix mulus. Traveller akan melewati tiga kecamatan, yakni kecamatan Manggalewa, Kecamatan Kempo, dan terakhir Kecamatan Pekat.

Pohon batu keramat di sekitar Pulau Satonda (Mesa Geo)

Sepanjang perjalanan dari Dompu ke Manggalewa dan Kempo, kami melihat ladang warga di perbukitan yang ditumbuhi jagung. Maklum, Dompu merupakan salah satu kabupaten di NTB yang dijadikan sebagai lokasi pilot project penanaman jagung.

Karena perjalanan dari Dompu cukup jauh, kami pun menyempatkan diri singgah di beberapa tempat untuk merenggangkan otot yang kaku akibat berkendaraan. Kami pun singgah di Kecamatan Kempo, tepatnya di lokasi wisata Oi Hodo.

Lokasi wisata Oi Hodo kerap disinggahi pengendara untuk melepas lelah. Uniknya, di sisi pantai ini terdapat mata air tawar yang mengalir dari sela-sela bebatuan di sekitar pantai. Untuk menghilangkan gerah dan penat, tinggal basuh muka saja, dijamin langsung segar seketika.

Dari cerita warga setempat, mata air Oi Hodo merupakan aliran sungai yang ada sejak dahulu kala, yang saat ini menjadi sungai bawah tanah akibat tertimbun material letusan Gunung Tambora pada tahun 1815.

Selain itu, pemandangan pantai di Oi Hodo, khususnya saat senja, juga cukup menawan. Di sekitar pantai, kita dapat melihat puluhan kerbau yang sedang berendam di beberapa kubangan.

 

Kawasan Doroncanga dan Nangamiro

Keluar dari Kecamatan Kempo, kami memasuki Kecamatan Pekat. Awal masuk ke kecamatan ini, kami bisa melihat ladanga dan padang savana di kanan kiri jalan. Tiba di kawasan Doroncanga, kami pun tak mau menyiakan kesempatan untuk berfoto dengan berlatarkan Gunung Tambora, yuhuuuu…..!

Excited banget bisa tiba di padang savana. Kebetulan baru turun hujan, sehingga suasana rerumputan hijau begitu sangat terasa. Di hamparan savana ini, kami menemukan bebatuan kecil, sisa letusan Tambora.

Kawasan Doroncanga ini bisa dibilang surganya bagi pecinta motor trail. Sehingga tiap tahunnya, event motor adventure acap digelar dikawasan ini, khususnya bulan April saat pelaksaan Festival Pesona Tambora.

Pantai Satonda yang airnya cukup bersih dan jernih (Mesa Geo)

Sejam kemudian, kami tiba di Desa Nangamiro. Hari mulai gelap dan kami pun mendirikan tenda di dekat pantai. Berkemah di pantai ini saya rasa merupakan pilihan yang cocok, dibanding lokasi lainnya di sekitar Pelabuhan Kenaga. Sebab, di lokasi ini suasananya lebih sepi dan tenang. Hanya sesekali nelayan lewat untuk melaut ataupun membawa hasil pancingannya.

Tak lupa, saat malam tentunya kami membakar bakar ikan yang dibeli dari nelayan sekitar. Maklum, daerah Nangamiro dikenal dengan penghasil ikan terinya.

Aktivitas bersnorkling ria di pantai Pulau Satonda (Mesa Geo)

Menjelang pagi, kami berderet di pantai untuk menunggu sunrise. Posisi pantai yang menghadap ke arah timur tentu menjadi angle yang tepat untuk menanti matahari terbit.

Dan seperti yang diduga, sunrise di pantai ini sangat mempesona. Kami pun langsung berpose ria clik clik jepret untuk berfoto. Usai sarapan, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Satonda.

 

Berperahu ke Pulau Satonda

Untuk mencapai pulau Satonda tidaklah sulit. Di Dermaga Kenanga atau di sekitar Pantai Nangamiro, beberapa boat ataupun perahu nelayan dapat disewa. Kalau menggunakan perahu, perjalanan menuju Pulau Satonda bisa ditempuh dalam waktu 20 menit. Tapi jika menggunakan speedboat tentu saja waktunya lebih cepat, sekitar 10 menit saja.

Salah satu speedboat ke Pulau Satonda (Mesa Geo)

Dan bila beruntung, selama perjalanan menuju Pulau Satonda, traveller akan ditemani oleh sejumlah lumba lumba yang berenang sekitaran perairan Teluk Saleh.

Air di perairan sekitar Satonda terbilang cukup bersih dan jernih. Jadi tidak heran jika ikan seperti lumba lumba maupun ikan hias lainnya bisa berkembang biak di daerah ini.

Setelah tiba di pantai Pulau Satonda, dengan hanya berjalan sekitar lima menit dari pantai, kami pun sampai di spot Danau Satonda atau yang dalam bahasa Bima biasa disebut Danau Moti Toi.

 

Danau Satonda

Danau ini mempunyai keunikan sendiri karena airnya asin seperti air laut. Konon, air danau yang asin ini akibat tercampur dengan air laut yang meluap kemudian terperangkap di danau.

Di Danau Satonda, para pengunjung bisa melakukan aktivitas berenang sekaligus terapi kesehatan secara gratis. Ya, masyarakat di sekitar Bima Dompu sepertinya tak perlu jauh jauh-jauh datang ke mall atau ke salon untuk menikmati terapi kesehatan yang satu ini. Cukup dengan datang ke Danau Satonda, sudah ada ikan-ikan kecil yang siap membantu pengunjung merileks-kan badan dan pikiran.

Pengunjung juga bisa berenang di Danau Satonda (Mesa Geo)

Selain menikmati air danaunya, di Pulau Satonda ini juga terdapat Pohon Batu yang bisa dibilang “keramat”. Konon, bila pengunjung mengantung bebatuan di pohon ini, maka harapan yang diinginkan akan cepat dikabulkan oleh Tuhan. Semakin tinggi tempat mengantung batu, dipercaya harapan yang dicita-citakan pun makin cepat tercapai.

Salah satu cottage di Pulau Satonda (Mesa Geo)

Untuk penginapan, di Pulau Satonda juga sudah tersedia sejumlah tempat penginapan atau cottage yang bisa disewakan. Di sisi pantainya pun juga ada sejumlah sarana bagi pengunjung, mulai dari kafe, gazebo, toilet, kamar bilas, hingga penyewaan peralatan snorkling.

Selamat berwisata ke Pulau Satonda!

Share.

Leave A Reply