Hallstatt, Desa Tambang Garam Tertua nan Tercantik di Dunia

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

air-travel.id — Hallstatt adalah sebuah desa kecil di wilayah Salzkammergut, salah satu negara bagian Austria, sekitar 280 km arah barat daya dari ibukota Vienna. Disebut sebagai desa karena luas Hallstatt tak mencapai 60 km persegi dengan jumlah penduduk yang kurang dari 1.000 jiwa.

Dalam bahasa Celtic, “hall” berarti garam, sehingga hallstatt bermakna “lokasi garam”. Konon, kampung yang berada di ketinggian rata-rata 511 mdpl ini merupakan desa tambang garam tertua di dunia. Tak mengherankan bila Hallstatt juga terkenal dengan produksi garamnya, dan bahkan dijuluki sebagai “The White Gold”.

Hallstatt pun sudah terdaftar dalam situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1997 lantaran memiliki cerita sejarah dan budaya yang tinggi. Maklum, desa unik ini sudah ada sebelum zaman Romawi, dan diperkirakan sudah eksis sejak 7.000 tahun lalu.

Hallstatt terdaftar di situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1997. (foto by Edin Pašović from unsplash.com)

Kebudayaan Hallstatt juga sangat berkaitan erat dengan kebudayaan bangsa Celtic, Proto-Celtic, dan Illyrian yang mendiami wilayah Eropa pada Zaman Besi Awal (sekitar 800-450 tahun SM). Berikut ini adalah beberapa icon penting yang ada di Hallstatt.

 

Rumah-Rumah ala Marktplatz

Rumah-rumah penduduk di Hallstatt masih berupa bangunan tradisional khas Alpen yang telah dibangun sejak abad ke-16. Hal itulah yang menjadikan Halstatt sebagai salah satu desa tercantik di dunia.

Market Square di Hallstatt, salah satu tempat favorit turis. (photo by 12019 from pixabay.com)

Lokasi terbaik untuk menemukan rumah-rumah tradisional berbahan kayu di Hallstatt adalah Marktplatz, yaitu salah satu pusat bagi para turis. Bahkan sebelum tiba di Marktplatz, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan rumah-rumah kayu yang berjajar melingkar di tepi danau sehingga tampak bertingkat-tingkat.

Selain dikelilingi kafe dan toko-toko kecil, Marktplatz juga memiliki Gereja Hallstatt yang merupakan salah satu landmark utama. Gereja ini ada di tepi Danau Hallstatt dan dibangun sejak abad ke-15 dengan arsitektur Gothic.

Pemandangan unik Hallstatt di musim dingin (foto by Daniela Castro from unsplash.com)

Dan tak jauh dari Marktplatz, tepatnya di Distrik Römisches, ada sebuah tempat bernama Photo Point, yakni tempat paling cocok bagi para wisatawan untuk mengambil foto dengan latar belakang pemandangan Hallstatt.

Tak lupa, di Hallstatt, Anda juga bisa menemukan banyak tempat penginapan yang bisa dipesan jauh-jauh hari secara online, restoran yang menyajikan makanan yang menggugah selera, toko-toko penjual suvenir, toko swalayan, bahkan ATM.

 

Danau Hallstatt

Danau Hallstatt atau Hallstattersee adalah danau air tawar yang terletak di region Salzkammergut, tepatnya di kaki Pegunungan Dachstein. Danau ini berbentuk memanjang dengan luas sekitar 8,5 km persegi dan kedalaman maksimum 125 meter.

Danau Hallstatt dikelilingi deretan Pegunungan Alpen. (foto by Willian Justen de Vasconcellos from unsplash.com)

Karena dikelilingi deretan Pegunungan Alpen dengan sejuta pesonanya, Hallstattersee kerap dianggap sebagai salah satu danau terindah di dunia. Beberapa aktivitas yang sering dilakukan oleh wisatawan di Hallstattersee antara lain diving, memancing, atau mengelilingi danau dengan perahu tradisional.

Hallstattersee dapat dicapai dengan kereta api dari Kota Vienna selama dua jam perjalanan, dengan berganti kereta satu kali di Attnang-Pucheim, dan melanjutkan perjalanan hingga tiba di Stasiun Hallstatt. Setelah itu, para turis harus menggunakan kapal ferry sekitar 15 menit.

 

Bone House

Rumah Tulang atau Bone House di Chapel St. Michael adalah salah satu tempat wisata yang juga patut disambangi. Chapel ini dibangun pada abad ke-12 dan terletak di sebelah gereja paroki katolik, tepat di belakang kompleks kuburan.

Di Bone House ada sekitar 1.200 tengkorak yang sudah dikeringkan. (photo from Wikimedia Commons)

Di Bone House, Anda akan merasakan sensasi unik melihat tengkorak-tengkorak yang sudah dikeringkan. Terdapat sekitar 1.200 tengkorak dalam rumah tulang ini, tapi hanya sekitar 700 tengkorak yang dihias. Banyak pula tengkorak yang dihias pada akhir abad ke-18, tapi beberapa bahkan dari abad ke-20.

 

Rudolf’s Tower dan Hallstatt Salt Mine

Tempat berikutnya yang juga patut disambangi adalah Rudolf’s Tower atau Rudolfsurm yang pada zaman dulu merupakan sebuah benteng pertahanan. Lokasinya yang berada di ketinggian menjadi tempat terbaik bagi para turis untuk melihat panorama Hallstatt. Untuk mencapainya, tersedia funicular atau yang lebih dikenal dengan istilah tram.

Rudolf’s Tower jadi tempat terbaik untuk melihat panorama Hallstatt. (photo from salzwelten.at)

Spot selanjutnya yang juga amat sayang kalau disia-siakan adalah Hallstatt Salt Mine, sebuah objek wisata yang terletak di puncak Salzberg, tepatnya pada ketinggian sekitar 350 meter di atas Hallstatt.

Funicular biasanya digunakan untuk mencapai Rudolf’s Tower (photo from salzwelten.at)

Objek wisata ini bisa dicapai dengan menggunakan cable car dan hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit dari Hallstatt. Di Hallstatt Salt Mine, pengunjung bisa melihat area penambangan garam yang telah berumur lebih dari 7.000 tahun.

Hallstatt Salt Mine, sebuah obyek wisata di Hallstatt. (photo from Wikimedia Commons)

Dengan menumpang funicular yang hanya berupa satu buah kabin dengan jalur rel khusus, para turis akan diajak mendaki sekitar tiga menit. Di ketinggian 400 meter, para pengunjung akan menyeberangi jembatan. Setelah itu barulah Anda bisa menemukan Rudolf’s Platform yang saat ini telah difungsikan sebagai restoran. (bdn)

Share.

Leave A Reply